Senin, 28 Februari 2011

Cara Penanganan Luka Bekas Jerawat


Jerawat dapat bermula dari sumbatan pada pori-pori kulit oleh kotoran yang bercampur dengan minyak (sebum) yang normalnya berfungsi untuk melembapkan kulit & rambut. Jerawat biasanya paling sering terjadi pada masa remaja, dimana serng terjadi lonjakan hormon yang membuat kulit memproduksi lebih banyak sebum. Karena kelenjar yang memproduksi minyak di wajah lebih banyak terdapat di sekitar dahi, hidung & dagu, maka di area ini yang sering juga disebut dengan area T, lebih sering timbul jerawat dibandingkan di bagian lain.

Jerawat sendiri merupakan masalah yang sering dialami oleh hampir 80% remaja & 5% orang dewasa. Meskipun ada beberapa orang yang sembuh dari masalah jerawat tanpa mengalami efek permanen, tetapi ada juga yang makin dirisaukan dengan kehadiran luka bekas jerawat. Walaupun ada beberapa produk yang dioleskan ke kulit untuk membantu memperbaiki luka bekas jerawat yang ringan, tetapi biasanya bekas luka jerawat ditangani melalui kombinasi antara prosedur bedah ataupun memperbaiki lapisan kulit.


Jenis Luka Bekas jerawat
Jerawat memang sangat mengganggu karena biasanya jerawat sangat sulit untuk dihilangkan, bahkan jerawat dapat mengganggu kita 2 kali. Pertama jerawat mengganggu karena membuat kulit terlihat tidak sempurna, kemudian yang kedua walaupun jerawat sudah disembuhkan tetapi dapat meninggalkan bekas luka yang akan terlihat seumur hidup, menjadi semacam pengingat akan kehadirannya.

Berikut adalah beberapa jenis luka bekas jerawat yang biasa terjadi:
jenis luka jerawat

Jenis luka ini biasanya sempit & dalam yang membuat kulit seperti habis ditusuk oleh tusukan es. Jenis luka ini berukuran <> 0,5 mm memerlukan teknik yang lebih menyeluruh.

Jenis luka Rolling

Jenis luka ini terjadi akibat tarikan antara lapisan kulit dengan bagian kulit yang lebih dalam sehingga menimbulkan efek kulit yang terlihat bergelombang.

Jenis luka hipertropik / keloid
Luka hipertropik merupakan luka dimana permukaan luka terlihat naik melebihi bekas luka aslinya & dapat mengecil kembali seiring berjalannya waktu. Akan tetapi untuk keloid sendiri merupakan pertumbuhan jaringan di daerah luka yang melebihi daerah lukanya, bekas lukanya sendiri terlihat elastis, padat & terkadang menimbulkan gatal.

Penanganan Luka Bekas Jerawat
Ada beberapa prosedur yang dapat digunakan untuk memperbaiki luka bekas jerawat, dan setiap prosedur memiliki kelebihan & resikonya masing-masing. Terkadang juga beberapa prosedur dikombinasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Berikut adalah beberapa prosedur yang dapat digunakan untuk penanganan luka bekas jerawat:
Laser resurfacing
Prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis kulit / dermatologist dengan cara menghilangkan lapisan teratas kulit yang rusak serta mengencangkan lapisan tengah kulit sehinga kulit dapat menjadi mulus. Untuk menghilangkan rasa nyeri, biasanya dokter akan terlebih dahulu memberi anestesi secara lokal. Biasanya kulit memerlukan waktu 3-10 hari untuk pulih.
Dermabrasion
Cara lain yang digunakan adalah dengan menggunakan sikat kawat yang halus ataupun alat yang menggunakan berlian untuk mengkikis permukaan kulit. Pada saat kulit pulih, maka lapisan yang lebih halus akan menggantikan lapisan kulit yang terkikis tadi. Perlu waktu yang lebih lama lagi bagi kulit untuk pulih dari prosedur ini, biasanya antara 10 hari sampai dengan 3 minggu.

Laser therapy
Prosedur yang menggunakan fractional laser therapy ini bekerja dilapisan kulit yang lebih dalam dibandingkan laser resurfacing ataupun dermabrasion. Dan karena perawatan ini tidak membuat luka pada lapisan atas kulit, maka waktu pemulihannya menjadi lebih cepat akan tetapi biaya terapinya memang lebih mahal dibandingkan prosedur di atas.

Dermal fillers
Terkadang dokter akan menyuntikkan bahan tertentu yang dapat mengisi luka yang bolong tersebut sehingga terlihat lebih rata & halus. Bahan yang biasa disuntikkan adalah lemak, collagen sapi, collagen manusia, derivat asam hyaluronat dll. Injeksi ini biasanya tidak bersifat permanen, sehingga diperlukan suntikan-suntikan berikutnya.
Selain prosedur di atas ada juga beberapa prosedur operasi kecil yang dapat dilakukan untuk jenis luka yang lebih dalam lagi seperti : Punch Excision, Punch Excision with Skin Graft Replacement, Punch Elevation ataupun Subcutaneous Incision.


Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Jika jerawat ataupun bekas jerawat membuat anda khawatir, sebaiknya jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit / dermatologis untuk mendapatkan berbagai perawatan yang dapat membantu menghilangkan jerawat ataupun bekas jerawat. Dokter kulit juga dapat memberikan informasi mengenai berbagai jenis terapi yang dapat dilakukan serta tips-tips cara merawat kulit yang benar sesuai dengan kondisi kulit anda.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates